Berkenalan dengan Internet of Things, Teknologi Masa Depan

Sumber: pixabay.com

Internet of Things atau IoT adalah salah satu teknologi yang memadukan perangkat keras dengan internet. Teknologi ini sudah lahir ketika beberapa kelompok mahasiswa di Carniege Melon University di tahun 1980 memonitor ketersediaan kaleng soda dalam vending machine di kampus mereka.

Apa itu teknologi IoT?

Berikut adalah pengertian IoT menurut para ahli, berdasarkan wired.com[1].

IoT tersusun atas berbagai perangkat, yaitu dari sensor ke ponsel pintar yang saling terhubung.

Matthew Evans, kepala IoT di TechUK

Teknologi IoT mencakup semua tentang jaringan, perangkat, dan data

Caroline Gorski, kepala IoT Digital Catapult

Merujuk ke IoT menurut Evans, IoT pada dasarnya tidak hanya mencakup komputer ke komputer saja, melainkan juga bagaimana perangkat-perangkat seperti sensor dapat terhubung pada internet.

Walaupun sederhana, konsep tentang IoT ini sangat menjanjikan untuk masa depan. Ogi Djuraskovic dari firstsiteguide.com menjelaskan melaporkan banyak peningkatan yang terjadi pada penggunaan teknologi IoT. Salah satunya, penghasilan global dari bisnis dan proyek yang memanfaatkan IoT telah mencapai 129 dolar USD, atau setara dengan sekitar dua juta triliun rupiah[2].

Apa saja perangkat IoT?

Untuk membangun suatu sistem IoT, pastinya diperlukan berbagai macam perangkat. Karena sistem IoT mengirim besaran-besaran fisis ke internet, maka IoT membutuhkan perangkat perekam seperti sensor serta perangkat yang menghubungkannya ke internet seperti jaringan seluler.

Sensor

Ketika Anda berselancar di internet dan melakukan berbagai macam aktivitas seperti membaca berita atau berbelanja online, pada dasarnya Anda berkomunikasi dengan penyedia atau server melalui internet. Server ini akan menyediakan data-data kepada Anda sesuai kebutuhan. Misalkan, jika Anda sedang berbelanja online, Anda akan menerima informasi atau katalog barang yang ingin Anda beli dari server.

Namun, yang membedakan antara sistem IoT dan bukan adalah sistem IoT melibatkan adanya perangkat sensor yang merekam suatu besaran fisis. Data ini kemudian dikirim ke server sehingga Anda dapat mengakses data tersebut. Contoh belanja online tadi umumnya bukan merupakan sistem IoT, kecuali jika server tersebut juga mengirimkan besaran fisis seperti suhu atau kelembaban lingkungan.

Internet dan Cloud Platform

Sesuai dengan namanya, pastinya sistem IoT membutuhkan internet. Namun, sebenarnya tidak selamanya Anda harus menggunakan internet, karena inti dari membangun sistem IoT tidak lain adalah agar suatu data fisis bisa diperoleh secara remote.

Anda juga bisa menggunakan sistem IoT dalam skala yang kecil, seperti ruangan kantor yang aksesnya hanya diperuntukkan bagi karyawan. Dalam kasus ini, Anda cukup menggunakan koneksi lokal saja, atau LAN[3].

Sensor yang terhubung ke server dan internet sebenarnya sudah cukup untuk membangun sistem IoT. Namun, biasanya pengelolaan server ini dilakukan menggunakan cloud platform.

Secara garis besar, cloud platform ini menyediakan semua layanan seperti database dan security pada server Anda. Oleh karena itu, dengan menggunakan cloud platform Anda dapat menghemat lebih banyak waktu dalam menjalankan bisnis Anda.

Apa fungsi IoT?

Perkembangan teknologi yang membuat harga sensor semakin murah serta ketersediaan internet yang semakin luas memicu hadirnya teknologi IoT yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan manusia[4]. Selain itu, IoT dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Salah satu penggunaan IoT adalah dalam bidang medis. Teknologi IoT ini memungkinkan dokter untuk memonitor kondisi pasiennya yang sedang berada jauh dari rumah sakit.

Misal, dokter bisa memasangkan sensor detak jantung yang terhubung pada sistem IoT. Dengan demikian, dokter dapat memonitor pasien tersebut dengan mudah serta dapat melakukan tindakan preventif jika hal yang tidak diinginkan terjadi[5].

Beragam aplikasi dari IoT

Lahirnya teknologi IoT ini mendorong kemampuan manusia dalam berinovasi. Saat ini, sudah cukup banyak produk yang memanfaatkan teknologi IoT dalam aplikasinya. Contoh IoT adalah seperti berikut ini[6][7].

Google Home dan Amazon Echo

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan Google Home dan Amazon Echo. Kedua perangkat ini dapat memutar lagu di internet yang pengguna inginkan jika dia memberikan perintah ke perangkat ini dengan berbicara. Tidak hanya itu, perangkat ini juga memiliki fitur pengendalian perabotan rumah, sehingga kamu hanya cukup berbicara kepada perangkat untuk mematikan lampu.

IoT untuk keamanan dan privasi

Sistem IoT juga dapat memberikan keamanan tambahan kepada manusia. Misal, AI Home Solutions dapat memungkinkan pengguna untuk memonitor siapa yang memasuki rumah Anda. Selain itu, August Smart Lock juga memungkinkan pengguna mengunci pintu rumah secara remote.

Monitoring kondisi jantung

Di bidang medis, IoT juga dapat berperan penting dalam layanan kesehatan, salah satunya adalah memonitor detak jantung seseorang. Produk seperti Endotronix memungkinkan dokter dan pasien terkoneksi secara jarak jauh, sehingga dokter dapat mengetahui kondisi detak jantung pasien tanpa mengharuskan pasien untuk pergi ke dokter berkali-kali.

Penutup

Secara keseluruhan, IoT adalah teknologi yang sangat menjanjikan untuk industri di masa yang akan datang. Harga sensor yang semakin murah dan meningkatnya ketersediaan internet dapat memungkinkan manusia untuk menjalankan hidup sehari-hari di antara teknologi ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s