Kalkulus : Turunan – Turunan dari Perkalian Antara Dua Fungsi (Aturan 1)

Prev : Kalkulus : Turunan – Diferensial, Turunan Ke-N dan Notasi Turunan

Pada pembahasan sebelumnya, kita telah menemukan notasi untuk menyatakan turunan atau gradien suatu fungsi, yaitu

v100n5 (1)

Sekarang, kita akan meninjau apabila fungsi f(x) merupakan hasil perkalian dari kedua fungsi, katakan saja kedua fungsi tersebut adalah fungsi u(x) dan v(x). Dengan demikian, Persamaan (1) menjadi

v100n5 (1) (2)

Berdasarkan aturan limit, berlaku bahwa

nttsa6.png (3)

Sehingga Persamaan (2) menjadi

v100n5 (2).png (4)

Kita akan fokus ke suku pertama terlebih dahulu. Kita juga dapat menggunakan aturan limit lain, yakni

nttsa6 (1).png (5)

sehingga kita dapat mengeluarkan salah satu dari u(x + Δx) dan v(x + Δx). Untuk ini kita akan mengeluarkan u(x + Δx) dari dalam fungsi limit, sehingga

v100n5 (3).png

v100n5 (4) (6)

Di dalam fungsi limit pada Persamaan 6 ini pada suku pertama, kita dapat menggunakan trik matematika, yaitu dengan menambahkan –v(x) + v(x) di bagian pembilang (ini dapat dilakukan karena –v(x) + v(x) = 0), sehingga

v100n5 (5).png

dan menggunakan kembali aturan limit pada Persamaan (3)

v100n5 (6).png

v100n5 (7).png (7)

Pada Persamaan (7) suku ketiga, alih alih langsung mengurangkan suku kedua dan ketiga, kita akan mengubah kembali u(x) menjadi dalam bentuk limit seperti sebelumnya, sehingga

v100n5 (8)

v100n5 (9).png

v100n5 (10)

Sehingga

v100n5 (11) (8)

Persamaan (8) ini disebut sebagai aturan berantai, dan lebih ringkasi apabila dituliskan menjadi

v100n5 (12).png (9)

Aturan berantai ini digunakan ketika kita menjumpai suatu persamaan yang cukup rumit dan kita perlu menemukan turunan dari persamaan tersebut. Apabila dilihat dari aturan ini, pada dasarnya penurunan berantai ini dilakukan dengan menurunkan fungsi v yang kemudian dikalikan dengan fungsi u, lalu ditambah dengan hasil perkalian antara fungsi v dan turunan dari fungsi u. Untuk mengingatnya, umumnya lebih mudah menggunakan pola “turunkan tidak, tidak turunkan”, atau “turunkan tidak + tidak turunkan”.

Sebagai contoh, kita akan meninjau fungsi f(x) di bawah ini, yaitu

v100n5 (13).png

Di sini, kita dapat menganggap u dan v berturut-turut adalah

v100n5 (14)

v100n5 (15)

dan selanjutnya kita dapat secara langsung menentukan u’ dan v, yaitu

v100n5 (16)

v100n5 (17)

sehingga kita dapat langsung mengetahui turunan dari f(x) (f‘(x)), yaitu

v100n5 (18)

v100n5 (19) (10)

v100n5 (20).png

Perlu dicatat bahwa umumnya Persamaan (10) sudah cukup untuk menyatakan hasil turunan dari f(x), namun karena bentuk fungsinya cukup sederhana, maka umumnya hasil turunan tersebut disederhanakan. Aturan berantai ini akan lebih berguna untuk fungsi yang lebih rumit atau mengandung fungsi-fungsi istimewa, seperti f(x) = sinθ cosθ.

Next : Kalkulus : Turunan – Aturan Rantai (Aturan 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: