Ekonomi dalam MMORPG : Permintaan dan Penawaran

Disamping dampak-dampak negatif dari video game, teknologi ini juga dapat mengajarkan kita berbagai hal, bahkan dalam bidang akademik. Sebagai contoh sederhana, video game mengajarkan kita hal-hal seperti berhitung, memecahkan suatu masalah, sejarah, bahkan ekonomi seperti yang akan kita bahas dalam artikel ini.

Singkatnya, video game juga merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi ekonomi, terutama pada game bergenre MMORPG (Massively Multiplayer Online Role-Playing Game). Ini disebabkan karena dalam game online, para pemain berinteraksi satu sama lain melalui jaringan internet, serta dalam game RPG, pemain memainkan game tersebut seperti halnya mereka hidup sehari-hari dalam dunia game. Hal ini tentu saja terdapat sistem barter atau tukar-menukar barang antar pemain seperti dalam dinamika kehidupan sehari-hari, dengan menggunakan mata uang dalam game tersebut, atau biasa disebut sebagai In-game currency. Dari fitur-fitur tersebut, fenomena-fenomena ekonomi akan banyak ditemui dalam game, salah satunya adalah hukum permintaan dan penawaran. Fenomena lain yang dapat ditemukan salah satunya juga adalah inflasi, namun dalam artikel ini kita akan fokus dalam topik permintaan dan penawaran secara singkat.

Game MMORPG yang akan kita gunakan dalam pembahasan ini adalah World of Warcraft (WoW), yang merupakan salah satu game MMORPG terbesar yang pernah dibuat, dan mulai dirilis pada tahun 2004 oleh Blizzard, Namun, server yang digunakan adalah private server yang pemainnya cukup banyak, dan patch WoW yang digunakan adalah patch ketiga (Wrath of the Lich King). Kita juga akan menggunakan fitur auction house sebagai pasar, serta profesi sebagai produsen. In-game currency dalam game ini adalah copper, silver, dan gold, dimana 100 copper = 1 silver dan 100 silver = 1 gold, seperti halnya 100 sen = 1 dolar dalam mata uang Amerika Serikat.

Auction house (AH) merupakan fitur dalam WoW yang diberikan agar para pemain dapat bertransaksi tanpa harus melakukan trading secara langsung. Pada dasarnya AH dibuat untuk transaksi lelang, namun kita juga dapat memilih transaksi pembelian langsung dengan memasukkan nilai buyout price, sehingga pemain lain yang melakukan bidding pertama kali dengan harga lebih dari harga buyout akan dikatakan menang lelang, sehingga seolah-olah tidak ada proses lelang. AH merupakan ladang utama para pemain WoW untuk menghasilkan uang dari penjualan barang yang berasal baik dari looting maupun dari berbagai profesi seperti penambang (miner), pengulit (skinner), atau profesi produksi lainnya seperti pandai besi (blacksmith), penjahit (tailor), dan engineer. Namun, tidak sedikit orang yang membeli barang-barang hasil loot dari AH walaupun dapat diperoleh secara mudah, salah satunya dikarenakan oleh tujuan penghematan waktu, mengingat bahwa dunia WoW sangat luas dan perjalanan dari tempat ke tempat memakan waktu yang cukup lama.

Kita akan menggunakan salah satu karakter dengan profesi enchantingEnchanting merupakan profesi yang dapat memodifikasi senjata atau perlengkapan lain. Profesi ini merupakan salah satu profesi yang dapat dikatakan penting, dikarenakan tiap karakter umumnya harus memiliki perlengkapan yang telah di-enchant untuk bergabung baik ke guild maupun raid. Bahan dasar enchanter pada umumnya adalah bahan-bahan yang diperoleh dari proses disenchant, atau membongkar suatu perlengkapan yang tidak terpakai.

Katakanlah bahwa kita hendak membeli Infinite Dust, yaitu salah satu bahan dasar enchanting dari AH. Dalam AH, kita dapat memperoleh list harga Infinite Dust sebagai berikut, dimana tiap Infinite Dust tidak memiliki perbedaan sama sekali.

WoWScrnShot_062518_181017

Disini kita dapat melihat list barang-barang yang dijual di AH oleh berbagai penjual (seller) serta harga-harga yang notabene bervariasi pula, dimana dalam tabel ini kita melihat bahwa harga termurah yang ditawarkan adalah sebesar 8 gold 35 silver 18 copper. Sebagai pembeli, tentunya kita ingin membeli harga termurah, karena tiap Infinite Dust memiliki kualitas yang sama (hanya harga serta penjual yang berbeda), seperti halnya perbedaan membeli air mineral kemasan di warung-warung tradisional dan bandar udara. Karena manusia umumnya berpikir demikian, maka dapat dikatakan bahwa semakin murah suatu barang, maka semakin banyak orang yang mau membeli barang tersebut. Hal ini disebut sebagai hukum permintaan.

Sekarang kita akan kembali ke tabel di atas. Dari cakupan tabel berikut, harga termahal yang ditawarkan adalah sebesar 14 gold. Mengingat bahwa orang pasti membeli barang yang lebih murah, maka apakah itu berarti harga 14 gold yang ditawarkan itu akan laku terjual? Jawabannya tentu saja tergantung pada suatu komponen lain, yaitu kuantitas barang yang diminta (quantity demanded) pada saat tertentu. Mudahnya, katakanlah bahwa karena alasan tertentu barang Infinite Dust bukanlah barang yang tidak terlalu diminati. Dengan demikian, barang yang terjual mungkin hanya sampai pada barang yang harganya dipasang dengan harga 10 gold, sedangkan harga 14 gold mungkin tidak akan terjual karena barang yang diminta tidak begitu banyak (misal dalam keseluruhan populasi pemain jumlah Infinite Dust yang diminta hanya sebesar 5 item pada saat tertentu, maka pada saat itu pula barang itu kemungkinan besar tidak akan terjual, kecuali ada orang yang benar-benar atau tidak sengaja membeli barang tersebut sehingga laku, namun itu akan lebih jarang terjadi). Namun, untuk perhitungan lebih akurat, kajiannya akan menjadi lebih kompleks, ini dikarenakan oleh beberapa faktor seperti banyaknya pemain yang on-line pada waktu tersebut, atau banyaknya orang yang mau menjual Infinite Dust, yang akan kita bahas selanjutnya. Makin banyak orang yang menjual barang tersebut, tentunya akan semakin banyak pilihannya, serta akan didapat harga yang termurah, sehingga item yang dijual dengan harga yang lebih mahal mungkin akan kalah laku dikarenakan banyak yang menjual dengan harga lebih murah pada tiap waktunya.

Selanjutnya, misal dengan bahan yang kita punya, kita ingin memproduksi suatu barang untuk dijual ke AH, namun kita hanya bisa memproduksi salah satu dari dua item ini, yakni Enchant Bracers – Major Stamina dan Enchant Boots – Greater Assault.

WoWScrnShot_062618_154636

WoWScrnShot_062618_154640

Karena kita tidak punya cukup Greater Cosmic Essence sehingga tidak dapat membuat kedua barang, maka kita hanya bisa memilih satu. Untuk memilih apa yang harus kita buat, maka tentunya kita harus tahu harga kedua barang yang berada di AH saat ini. Kita peroleh daftar harga kedua barang di AH sebagai berikut.

WoWScrnShot_062618_154655

WoWScrnShot_062618_154708

Apabila kita hanya mengacu tabel di atas, kita lihat bahwa barang dengan harga termahal terdapat pada Enchant Bracer – Major Stamina dengan harga termurah sebesar 300 gold, sedangkan Enchant Boots – Greater Assault memiliki harga termurah sekitar 126 gold. Dengan mengabaikan kuantitas yang diminta kedua barang, tentunya kita akan memilih untuk memproduksi barang kedua karena menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Ini disebut sebagai hukum penawaran, yaitu semakin mahal harga barang, semakin banyak barang yang dijual atau diproduksi oleh produsen, karena barang tersebut memberikan keuntungan lebih besar.

Sama halnya dengan permintaan, terdapat pula jumlah kuantitas yang ditawarkan (quantity supplied) pada saat tertentu. Dalam bisnis terdapat istiliah undercutting, atau mematok harga barang dibawah harga pasar, dan hal tersebut sudah menjadi hal yang lumrah dalam AH. Jadi, kita bisa saja menjual barang yang kita inginkan tadi ke AH dengan harga yang lebih murah dari 300 gold (misal, 299 gold), karena pasti pembeli akan membeli barang yang lebih murah, walaupun selisihnya sedikit. Sekarang, katakanlah bahwa kita akan menjual barang tersebut dengan harga 299 gold. Pertanyaannya adalah, apakah dengan demikian barang tersebut akan laku terjual? Ada beberapa faktor yang dapat menentukannya, salah satunya adalah kuantitas yang ditawarkan yang telah disebutkan tadi. Apabila banyak produsen yang berminat memproduksi barang yang sama, tentunya akan ada potensi barang kita akan di-undercut oleh barang yang nantinya akan dijual oleh orang lain, sehingga kemungkinan barang kita akan laku terjual semakin sedikit.

Namun, hal tersebut pada dasarnya bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Kita justru bisa saja memasang dengan harga lebih mahal dari harga pasar (misal, 310 gold), dengan catatan bahwa kuantitas yang diminta cukup besar. Mudahnya, katakanlah bahwa kita akan menjual produk kita dengan harga 310 gold. Apabila kuantitas yang diminta cukup, maka barang-barang dengan harga termurah akan terjual lebih cepat daripada barang-barang yang diproduksi, sehingga barang kita akan tetap terjual walaupun kita pasang harga 10 gold lebih besar daripada harga pasar, dan hasilnya kita akan lebih untung 10 gold. Namun, apabila kuantitas yang diminta sangat besar sehingga melebihi kuantitas yang ditawarkan, maka kondisi ini disebut sebagai shortage, atau kelebihan permintaan. Dalam kondisi shortage, kuantitas yang ditawarkan atau barang yang diproduksi tidak dapat melawan banyaknya barang yang diinginkan, alhasil apabila kuantitas yang ditawarkan sangat kecil dan kuantitas yang diminta sangat besar, persediaan barang dapat habis sebelum pembeli-pembeli yang menginginkannya mendapatkan barang tersebut (tipe barang yang terjual akan cepat habis di AH). Namun, kondisi ini jarang terjadi di WoW, karena umumnya kuantitas yang ditawarkan cukup besar, dan para pemain yang serius benar-benar memanfaatkan fitur profesi yang terdapat dalam game.

Sebaliknya, terdapat kondisi dimana kuantitas yang ditawarkan justru lebih besar daripada yang diminta, dimana hal ini lebih sering terjadi di WoW. Kondisi ini dinamakan sebagai surplus, atau dimana stok barang melimpah dikarenakan daya beli terhadap barang tersebut kurang. Dalam kondisi ini, suatu barang menjadi tidak laku dalam kurun waktu tertentu, dan aturan jual beli dalam sistem AH adalah barang akan dikembalikan antara 12 hingga 48 jam apabila barang tidak laku dijual dalam AH, sehingga barang harus diinput kembali dan diubah harganya apabila memungkinkan. Tentu saja faktor ini juga dipengaruhi salah satunya oleh adanya pemain yang memasukkan harga yang sangat tinggi untuk harga yang seharusnya dapat dijual dengan harga murah entah alasannya.

Kondisi terakhir adalah kondisi dimana kuantitas yang ditawarkan sama dengan kuantitas yang diminta, dan kondisi ini disebut sebagai kondisi kesetimbangan (equilibrium). Kondisi ini bahwasannya adalah kondisi dimana harga barang menjadi stabil, atau tidak berosilasi secara drastis, sehingga harga barang bisa dikatakan tidak berubah. Dalam WoW pada dasarnya cukup sulit untuk mencapai titik ini, dikarenakan populasi pemain yang tidak tetap tiap waktunya. Sebagai contoh, jumlah pemain pada malam hari akan lebih sedikit daripada di siang hari, sehingga secara teori menyebabkan barang akan terjual lebih cepat di siang hari ketimbang di malam hari. Itu adalah salah satu alasan mengapa barang di AH terkadang cepat berubah, terutama barang yang mudah dicari seperti kain, yang dapat diperoleh kebanyakan dari musuh-musuh tipe humanoid.

Tentu saja, hal ini dapat ditemukan hampir di tiap MMORPG, dan pasarnya tidak perlu hanya di suatu sistem yang identik seperti AH, tetapi juga bisa di sistem pasar yang berjalan secara konvensional, seperti yang terdapat dalam Ragnarok Online.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: