Suka duka menjadi seorang pendiam

“Silence is gold”, itulah bagaimana seseorang menilai tentang kata “diam”. “Silence is gold” jika diartikan ke dalam bahasa artinya “Diam adalah emas”, artinya diam adalah salah satu kunci dari suatu keberhasilan/kesuksesan.

Disini, kata “diam” bukan berarti kita selalu diam tanpa kata, tanpa canda, dan polos, karena komunikasi pun harus tetap terjaga. Diam bukan berarti kita hidup tanpa canda tawa, karena hiburan pun sangat dibutuhkan oleh kita untuk mengatasi kejenuhan dalam hidup. Jika kita diam tanpa ekspresi, maka orang lain pun akan mudah bosan terhadap kita, dan kita akan mudah dikucilkan dalam suatu komunitas.

Pepatah mengatakan “Tong kosong nyaring bunyinya”, artinya orang yang banyak bicara/sering membuat kegaduhan biasanya tak berisi otaknya. Itu bukan berarti semua orang yang pendiam selalu pintar, begitu pula sebaliknya, tidak semua orang yang banyak bicara atau sering membuat kegaduhan selalu bodoh.

Maksud dari banyak bicara di atas adalah selalu berbicara hal-hal yang tidak penting dan sering teriak-teriak. Tidak semua orang yang seperti itu tidak baik. Orang yang banyak bicara biasanya lebih lantang dan keras jika berbicara di depan orang banyak daripada pendiam. Orang yang pendiam jika diminta berbicara di depan orang banyak biasanya lebih gugup dibanding orang yang banyak bicara dan terkesan “garing” sehingga audience akan cepat bosan dan malah tertidur.

Di sekolah, seorang pendiam pun tidak selalu diam saat KBM berlangsung. Maksudnya, jika guru memberi kesempatan siswanya agar bertanya, dia selalu bertanya dan selalu menjawab pertanyaan dari guru tanpa harus malu dan tidak takut salah. Jarang seorang pendiam bisa menghibur teman-temannya disaat KBM berlangsung, karena biasanya itu adalah pekerjaan seorang yang bukan pendiam.

Biasanya, seorang pendiam selalu dikucilkan/dicuekin dalam suatu komunitas, misalnya di kelas, sehingga seorang pendiam tersebut menjadi kuper. Itu mungkin duka orang yang menjadi seorang pendiam karena merasa tidak dianggap oleh teman-teman di sekitarnya, kecuali jika orang tersebut mempunyai keahlian khusus. Jadi, jika menjadi seorang pendiam, seharusnya memiliki kemampuan yang menonjol supaya dibutuhkan oleh teman-temannya. Orang yang tidak pendiam mungkin keahlian yang dia punya adalah di bidang sosialisasi.

Howard Gardner, pada tahun 1983, mengusulkan The theory of multiple intelligences (teori kecerdasan ganda) pada diri masing-masing individu. Setiap manusia pasti memiliki kecerdasan di bidangnya masing-masing entah orang tersebut mengetahui atau tidaknya apa kecerdasan tersebut yang ada pada dirinya. Sudah banyak cara untuk mengetahui kecerdasan ganda pada seseorang, mulai dari beberapa pertanyaan, hingga melalui sidik jari.

Ada 8 kecerdasan pada diri manusia, diantaranya :

1. Kecerdasan spasial (Spatial), yaitu kemampuan visual, karir yang cocok misalnya arsitek, artist, designer, dll.

2. Kecerdasan linguistik, yaitu kemampuan dalam memainkan kata-kata/bahasa, seperti membaca, menulis, atau menghafal kata.

3. Kecerdasan logika-matematik, yaitu kemampuan dalam memainkan logika, menghitung, memainkan rumus, dll.

4. Kecerdasan jasmani-kinestetik, adalah kemampuan yang mengutamakan fisik seseorang seperti kekuatan, reflek, atau kelentukan tubuh.

5. Kecerdasan musikal, yaitu kemampuan bermain musik atau memainkan ritmik.

6. Kecerdasan interpersonal, yaitu kemampuan dalam bekerja sama, kooperatif dalam suatu tim. Seorang pendiam seharusnya tidak memiliki kemampuan ini karena kemampuan ini biasanya dimiliki oleh orang yang bersuara lantang.

7. Kecerdasan intrapersonal, orang yang memiliki kemampuan ini cenderung akan dengan mudah mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri.

8. Kecerdasan naturalistik, adalah kemampuan dimana orang dapat berinteraksi dengan alam seperti petani, tukang kebun, dll.

Jika kita lihat kecerdasan-kecerdasan di atas, kecerdasan linguistik dan interpersonal memungkinkan tidak adanya kecerdasan tersebut dari diri seorang pendiam. Untuk memainkan bahasa, sangat sulit oleh seorang pendiam dalam memainkan bahasa karena dia harus biasa berbicara. Dan untuk interpersonal mungkin sudah jelas karena seorang guru harus lantang berbicara di depan muridnya agar KBM bisa lebih efektif.

Kecerdasan intrapersonal mungkin adalah kecerdasan yang cocok untuk seorang pendiam karena mungkin dia hanya akan memikirkan dirinya sendiri, dan kurang percaya diri jika ingin melakukan sesuatu.

Seseorang bisa menjadi pendiam bisa juga tidak, tergantung dimanakah dia bersosialisasi. Seseorang menjadi pendiam bisa jadi karena pergaulannya yang kurang cocok dengan bakat, minat, atau kemampuannya. Misal, ada suatu komunitas, di dalam komunitas itu ada si A, si B, dan si C. Si A adalah pencinta game dan jarang mendengarkan musik, si B adalah pencinta musik dan bukan pencinta game, sedangkan si C adalah pecinta game sekaligus musik. Jika dalam komunitas itu sedang membahas tentang game, si B tidak akan banyak bicara. Begitu pula jika sedang membahas musik, si A juga tidak akan banyak bicara. Jadi, si C termasuk orang yang lebih banyak bicara daripada si A dan si B.

Menjadi seorang pendiam pun tidak selamanya buruk. Biasanya seorang pendiam tidak terlibat dalam suatu permasalahan seperti perkelahian, penganiayaan, atau hal yang lain yang merugikan orang lain. Seorang pendiam biasanya tidak berani melakukan tindakan-tindakan tersebut (kecuali jika dia adalah psikopat atau “diam-diam menghanyutkan”).

Namun, sifat pendiam dari diri seseorang bisa dirubah karena itu bukanlah suatu kelainan, mungkin banyak caranya supaya tidak pendiam tapi mungkin ini salah satunya :

1. Mengubah penampilan. Orang yang pendiam biasanya terlihat “culun”. Cobalah ubah penampilan seperti orang lain yang tidak pendiam misal bajunya dikeluarkan, sekali-kali saja baju dikeluarkan agar terlihat tidak “culun” (kecuali guru-guru di sekolah tersebut banyak yang “killer”).

2. Cari pergaulan yang cocok dengan kelas, bakat, minat, atau kemampuanmu. Jika sudah mencari dan tidak ada yang cocok maka cobalah untuk menyamakan minatmu dengan orang-orang di sekitar mu (kalau mereka adalah orang yang tidak baik, tidak perlu berbicara dengan mereka).

3. Belajarlah bercanda dengan orang lain. Bergaullah dengan orang-orang yang sering melawak, banyak bicara, agar kebiasaan mereka bisa menular pada dirimu.

Kesimpulannya, menjadi pendiam belum tentu buruk. Jadilah pendiam yang disegani oleh orang-orang di sekitarmu. Janganlah menjadi pendiam yang tidak bisa apa-apa dan hanya diam menerima nasibnya sendiri. Jadilah diri sendiri…

14 Comments on “Suka duka menjadi seorang pendiam

  1. Ternyata menjadi pendiam tdk slma nya enak. Kadang di jaili oleh tman” mudah-mudahan dgn cara ini aq mnjd org yg tidak pendiam lg dan bnyak teman

    • memang itu salah satu derita pendiam, apalagi kalo dia polos. intinya sering-sering bergaul sama teman sehobi/sepemikiran dulu, baru kemudian mengakrabkan diri dengan yang lainnya 🙂

  2. Saya Jugha Seorang Pendiam …..
    Setiap Hari Di Kelas Sendirian…
    Gx Ada Temen Yang Mau Di Ajak Ngobrol…

    Jelas Sekali Gua Orang Yang Gx Suka Ada Yang Ngelawak Di Kelas….

    ,______________________________________________________________________

  3. Masalah gua ada di no 2
    1 kelas gak ada yg bener
    smoker,drunker,alay
    jadi ane lebih maen sama cewek ketimabang cowok
    ada 1 orang yg entah kebentu berapa kali kepalanya
    Ini pas gua ngelakuin yg no 1 dia dengan begonya bilang tumben maen bareng
    lah selamaini gua ngapain???
    sebelumnya kan gua sekelas sama lo bego
    gua baru jadi pendiem pas kelas 9
    Penyebabnya ya lingkungan gak cocok(sama ada masalah yg bikin gua stres sampe sekarang)

  4. pendiem emang enak,,,
    soalnya kgak mw bikin masalah sama oran lain,,,
    q jganya pengen jdi pendiem,,

  5. Dlu q sngat pendiem,tpi stelah nemuin tmn yg cocok + dia ska nya bnyak bcara dan nge-lcu q jdi terbiasa#skarank pndiem q agak hlang,wlau tmn” q msih bnyak yg blang q pndiem#tpi q akn jdi orang pndiem klau misalnya q brada di lngkungan yg gk cocok buat q ;-(

  6. waktu smp aku anaknya pendiam banget dan cuma punya temen satu, nah tahun ini aku masuk sma. Meski tahun ini aku udh dapet banyak temen (enggak begitu dekat sih) tapi tetep aja temen temen bilang aku pendiam. 😦

  7. dari kecil aku pendiam,,apalagi waktu SMP kelas 7 parah abis sering di bully di kata katain,,susah dapat kelompok belajar sampai aku nangis gatau harus gimana..SMA ada perkembangan ga separah wktu smp tp tetep aja aku di kucilkan ,,saat ujian praktek olahraga gada yg mau nerima aku kalopun ada yg nerima ya terpaksa..Sampai sekarang aku kerja pun tetap sosok yg pendiam ,,kadang ng lucu tp tetep garing..Pendiam emang udah mendarah daging pada diriku dan ga nyaman banget ..sempet sedih tp gmana lgi

  8. Ping-balik: Articles | Sebuah catatan dari saya

Tinggalkan Balasan ke Meta sawangan Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: